Terbaik-Terbaik 2025: Metal/Hardcore/Punk

Teks: Fadly Zakaria.M

Susah untuk mengkurasi rilisan lokal keren yang datang bejibun di tahun 2025. Namun, inilah 15 terbaik (LP, EP, Demo) yang masuk dalam radar serta pilihan teratas saya dari band-band beraroma metal, hardcore, dan punk. Tanpa basa-basi lagi, simak selengkapnya di bawah ini. Urutan sesuai abjad saja yes.

1. Bleach – Cursed Life Fades

Jauh meninggalkan konsep hardcore/punk pada album sebelumnya, Bleach beralih secara signifikan ke jalur metallic hardcore dengan persembahan EP bertajuk ‘Cursed Life Fades’. Menyingkirkan groove catchy ala Turnstile dan End It, mereka menajamkan dengan riff-riff bernuansa gelap, suram, berat layaknya kesurupan Undying ataupun Arkangel. Seluruh komposisi sangat matang tanpa cela untuk dinikmati berkala.

2. Castigation – Messiah

Kuintet death metal asal Bogor, Castigation, kembali bangkit menunjukkan taringnya bersama personil baru sekaligus memuntahkan debut album berisikan sembilan trek yang dibaptis dengan nama ‘Messiah’. Saat ini, mereka meracik ulang bumbu penyedap dengan dominasi pilihan riff serta ketukan drum yang berani masuk ke ranah modern. Revolusi besar yang layak diapresiasi di scene underground lokal.

3. Cloudburst – Clear Blue Sky

Kalo sudah bersinggungan dengan ranah mathcore/chaotic lokal, pasti saya teringat kejeniusan album penuh terbaru Cloudburst ‘Clear Blue Sky’. Bentuk keseriusan terhadap detail penulisan materi, lirik, hingga mixing dan mastering cukup membawa angin segar bagi konsep mereka sendiri secara keseluruhan. Brutal di segala lini namun punya batasan untuk berdiri kokoh di jalur aman. Nggak heran kalo media internasional seperti Decibel Magazine, Metal Hammer, dan Vice pernah mengulas juga kegilaan karya mereka.

4. Colder – MAHAKALA

Mengikuti rekam jejak regenerasi asal Bali ini ketika melepas dua single perkenalan ‘Sesat’ dan ‘Angkara’ secara beruntun hampir satu tahun silam. Disaat bulan Desember 2025 kemarin, Colder merangkum segala materi lewat EP ‘MAHAKALA’. Intensitas kekuatan gelombang musik era baru metalcore yang konfrontatif dan kasar mempertegas setiap amarah yang dilontarkan menuju titik didih maksimal.

5. COLDSKIN – Fragments of Failure

Hardcore gahar bernuansa muram yang teracuni distorsi HM2 memang selalu menarik untuk dinikmati. Tanpa terkecuali didukung dalam sajian materi yang canggih dan nggak bosenin. Poin tersebut bisa didapatkan melalui debut album persembahan COLDSKIN ‘Fragments of Failure’. Beragam kemelut cerita depresif dirangkum menjadi tumpukan layer yang padat. Album ini tidak terlihat hanya mewajibkan sesuatu yang ‘berat’ dan ‘ngebut’, semua olahan komposisi sangat presisi.

6. Ezalor – Condemned by Faith

Bisa saya bilang kalo 2025 gelombang metallic hardcore di ranah lokal sangat masif kian bermunculan nama-nama regenerasi baru bertalenta. Salah satunya bernama Ezalor dengan debut EP ‘Condemned by Faith’ memuntahkan lima nomor berlatar sebuah lirik yang terinspirasi dari momen kehancuran spiritual dan emosional. Kemudian berhasil digaungkan lewat dentuman distorsi kasar ala Drawing Last Breath dan Prayer for Cleansing. Jakarta Edge Metal is on fire!

7. Feral Wound – Desolate Dominion

Potensi band-band death metal purba di scene lokal memang nggak ada matinya. Datang dari Tangerang, Feral Wound membawa benih kebengisan lewat ‘Desolate Dominion’ yang berisikan tujuh trek penggilas gendang telinga. Nggak banyak bermain kebut-kebutan dengan blast beat ataupun dobel pedal, namun senjata utama mereka berhasil mengolah groove dan progresi riff menjadi suguhan spesial. EP yang menjanjikan berkaliber tinggi.

https://open.spotify.com/album/2PBQcx6dqWPDcqyVYwIxWn?si=dNHH8A-eR0KJzIcWSiQE0Q

8. Italian Bed – S/T

Bermodal spirit D.I.Y mentok jedok, gerombolan pemuda asal Yogyakarta yaitu Italian Bed muncul di permukaan dengan serbuan berbahaya lewat EP ‘Self-titled’. Geliat hasrat bermusik mereka tumbuh dari akar kebisingan 80’s hardcore/punk layaknya Youth Brigade, S.O.A, hingga Government Issue. Meskipun baru seumur jagung, progres mereka kian gesit dalam melebarkan sayap berjejaring di segala ruang dan berhasil menembus sampai negara tetangga.

9. Last Dayz – LP Promo

Straight to Your Face, satu kalimat tepat yang menggambarkan muatan tiga trek dalam ‘LP Promo’ dari Last Dayz. Kombinasi memukau dari cengkraman riff-riff gitar, gempuran dobel bass drum, bass line yang nampol, raungan exhale yang menyeruak dengan begitu solid. Bayangin gimana mereka berhasil mempertemukan racun berbahaya oldschool brutal death metal dengan spirit militan Belgia Hardcore. Total brutal!

10. Modern Guns – Lost in Absence

Setelah enam tahun rehat merilis album, Modern Guns merayakan epic comeback-nya dengan melesatkan ‘Lost in Absence’ di kuartal keempat tahun 2025 lalu. Bukti nyata serbuan kebangkitan melodic hardcore lokal dinyalakan lagi oleh kuartet jagoan asal Depok ini. Sajian EP yang kompleks tanpa cela. Semua tertata rapi. Epik!

11. NEGATIFA – S/T

Selain semua personil sudah sering riwa-riwi di scene underground lokal, side-project bernama NEGATIFA tetap menunjukkan keseriusan mereka untuk meneruskan legasi kebut-kebutan di jalur Powerviolence. Nggak sampe berdurasi 15 menit, kalian disuguhkan dengan celotehan pedas yang bersua akan police brutality, genosida di Palestina, senioritas tai kucing, serta isu pelecehan seksual yang kerap terjadi di event musik. Keresahan sang vokalis sekaligus penulis lirik, Arian13, benar-benar terpampang secara eksplisit.

12. No Excuse – In This Life or Another

Konsistensi kuintet Jakarta Straight Edge Hardcore, No Excuse, kembali berlanjut lewat debut album penuh ‘In This Life or Another’. Ekspektasi saya sudah terjawab dengan hasil album yang memuaskan, di mana setelah era ‘Desperate Search’, No Excuse semakin mempertegas segala materi yang lebih tajam. Detail produksinya sangat memanjakan telinga dalam tampilan modern. Selipan penggalan lirik di tiap trek sudah siap untuk dilempar sebagai part sing along andalan.

13. Spitting Demon – Troops of Damnation

Lima nomor dalam EP bermuatan hardcore/metal satu ini terasa menggelegar, menendang bokong, dan mencabik-cabik tanpa ampun. Distorsi kotor berkiblat dari Swedish chainsaw sangat tepat untuk dipilih mewakili konsep gahar terbaru Spitting Demon. Sekilas melihat sampul album mengingatkan saya pada salah satu karya masterpiece ‘Massive Killing Capacity’ dari Dismember. All goods!

14. STUBBORN – Absolute Chaos

Sesuai pilihan judul album, STUBBORN menawarkan segala ke-chaos-an di segala lini. Mulai dari aransemen yang terkadang meliuk tidak tertebak, komposisi berat dan padat, formula breakdown yang segar. Nggak heran ketika Stubborn mengawali semuanya lewat single ‘Amertha: Kaliyuga’ sebagai blue-print mereka. Namun, bukan single tersebut yang menjadi favorit saya, karena masih ada dua nomor sinting yaitu ‘Outrated’ dan ‘Contribution to Burnout’ mempunyai paket komplit.

15. ZIP – Model Citizen

Singkat, padat, lugas! Itulah yang bisa menggambarkan debut album ‘Model Citizen’ dari ZIP. Pesona gemuruh 80’s hardcore/punk super power dibalut dengan kemasan modern tanpa menghilangkan esensi intensitas energi liar yang selalu meledak di sepanjang trek. Jangan terlupakan di mana kekuatan liriknya bersinggungan erat dengan isu sosio-politik yang semakin carut marut di negri kita, bernuansa kelam, serta agak nihilistik.