Foto: Alice I Teks: Fadly Zakaria.M
13 Februari 2026, tercatat album paling diantisipasi seantero permusikan bawah tanah lokal dalam lahirnya EP bertajuk “Derai” dari ALICE. Meskipun hanya menampilkan tiga nomor saja, seluruh materi terbarunya cukup mengobati rasa penasaran saya akan tingkat agresivitas mereka apakah masih liar seperti album-album sebelumnya ataupun berubah secara signifikan.
Dan sesuai ekspektasi saya, ketiga trek terdengar tetap gahar dan berada dalam koridor karakter musik ALICE. Hanya saja sudah terselipkan konsep pendewasaan cara bermusik di salah satu nomor andalan mereka.
Trek pembuka dengan judul sebuah simbol “_,_” langsung membabi buta tanpa cela. Dihajar seketika mulai dari 25 detik awal disodori nuansa campuran melodi manis ala Cave In hingga tiba-tiba nge-jazz semrawut ala The Dillinger Escape Plan. Namun, sesekali malah teringat SeeYouNextTuesday yang dibuat versi lebih sopan. Perrmainan dobel pedal Kevin (drum) pada pertengahan part sangat menjadi perhatian saya, karena jarang banget ALICE menempatkan porsi seperti itu sebagai pendukung kebut-kebutan.
Tanpa Jelaga, trek kedua sekaligus yang dilepas sebagai single perdana epic comeback ALICE sebelum merilis EP Derai. Nah, seperti yang saya sebutkan di awal, inilah formula mature dalam kaidah musik ALICE yang sebenarnya. Perkawinan silang diantara proyek musik Andika (gitar) di Collapse yang diracik ke dalam ramuan post-hardcore/metalcore era 2000an. Semakin berani memasukkan dominasi clean vokal yang kemudian disambut raungan gahar Miko (vokal) bersanding terarah dengan part breakdown. Pelengkap pada akhir ditutup part melodi yang sangat manis.
Kembali dalam setelan chaos maksimal terasa pada trek ketiga berjudul “Abstrak Anomali”. Tumpukan layer hitungan ganjil terpapar hampir di seluruh part. Kalo dengerin ini terasa kental musik ALICE yang kita kenal seperti sebelumnya di era Konsorsium Humaniora, split album bareng Wicked Suffer, dan Your Beloved Hex. Album Self-titled nggak saya ikutin dulu karena terlalu gelap (peace hehee..).
Jujur, poin penting lainnya pada bass line dari Hasbi (bass) di EP ini beneran empuk banget dah. Tanpa terkecuali hasil proses eksekusi mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Praditya Eka Putra (Invasion Studio, Coldskin) sangat detail dan presisi. Absolute nendang pol! Pada departemen visualnya juga didukung dari finalisasi editing absurd ala Firman Rohmansyah atau lebih dikenal dengan nama imungggke.
Semoga energi ini tidak pernah padam dan bisa berlanjut merealisasikan agenda showcase album dan rangkaian tur. Streaming secara penuh di seluruh gerai musik digital serta simak video musik hanya di kanal YouTube Maternal Disaster.
Rate: 9/10