10 Rilisan Lokal Hardcore/Punk Terbaik 2023

Teks: Fadly Zakaria.M

Gempuran musik hardcore/punk benar-benar membludak berkali-kali lipat. Datangnya arus deras ini sudah terlalu masif hingga mendatangkan banyak band maupun pendengar baru.

Beberapa poin yang saya cermati terutama kumpulan eksplorasi luas dalam setiap materi yang dibawakan band-band masa kini cukup membuat tercengang begitu saja. Menemukan keberanian untuk bermain di luar jalur adalah jalan ninja yang tepat. Meskipun sedikit gambling, namun jikala opsi one shot one kill telah berhasil, maka bisa meledak di pasaran atau bahkan sebaliknya.

Saat ini, waktunya membagikan hasil kurasi saya untuk 10 rilisan lokal hardcore/punk terbaik 2023. Sama seperti sebelumnya, saya urutkan berdasarkan abjad ya. Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Asiaminor – Constellation

Penantian panjang selama tujuh tahun, akhirnya Asiaminor melepas EP terbaru bernama Constellation. Saat ini melalui formasi solid terbaru, mereka mulai meninggalkan jejak melodic hardcore yang manis dan cenderung merasuki unsur dangkal kegelapan. Semua dikemas dengan epic.

2. COLDSKIN – Underneath a Shattered Ground

Bagaimana pengaruh tingkat agresif sebuah elemen hardcore yang berlapis layer akan gabungan penghancur dalam kegelapan yang pekat, itu lah pengaruh besar yang sangat menghantui kekuatan COLDSKIN. Sekali mendengarnya pun bisa menaikkan adrenalin tubuh kita.

3. Devil Despize – Soul Chains

Soul Chains, karya terbaru Devil Despize sekaligus menjadi rangkaian rilisan hardcore lokal mutakhir penutup tahun 2023. Ekspektasi saya setelah melihat cover single-nya pun sesuai dengan materi yang dibawakan. Dimulai dari detik awal sudah mewakili bagaimana aroma khas melodi kelam ala Slayer kemudian disambung dengan serangan riff-riff heavy hardcore secara bertubi-tubi. Next level banget nih!

4. Evarts – The Saint’s Penance

Salah satu proyek pandemi asal Purworejo yang berhasil meneruskan agresinya dengan debut EP berisikan lima trek ampuh bernafaskan melodic hardcore. Materi pada album ini sekilas mengingatkan pada tiga album awal Hundredth, namun dikembangkan sendiri oleh Evarts dalam kaliber yang lebih liar. Pecahan breakdown serta pemilihan melodi yang manis bisa menyatukan segala pesan dalam raungan emosional sang vokalis.

5. Grief. – A Compendium of Split Visions

Debut album yang menandakan kegaharan Grief. memang sangat terasa di semua trek. Formula epic gabungan dari melodic hardcore, metalcore, hingga sedikit adanya selipan chaotic terdengar lugas. Proses pendewasaan bermusik yang sungguh cermat.

6. Leipzig – Coltrane Brigade Communique

Sedari muncul dari awal saja, Leipzig punya karakterisik kuat dengan segala tumpuan pesona post-punk/70’s punk rock yang unik. Coltrane Brigade Communique semacam lanjutan proses penggandaan otak liar ala Leipzig. Pada departemen lirik, mereka masih mempertahankan penggunaan tiga bahasa yaitu Indonesia, Sunda, dan Inggris. Salut!

7. No Excuse – Promo 2023

Gencatan mesin dari unit straight edge hardcore satu ini terus menyala. Setelah sukses melahirkan EP Desperate Search, No Excuse kembali melesatkan dua materi segar dalam kekuatan lirik yang tegas dan hentakan beat super catchy. Entah promo demo tahun ini bakal menjadi jembatan menuju album selanjutnya? We’ll see.

8. Raousse – Let Go

Gak banyak band lokal yang memilih untuk memainkan post-hardcore secara cerdas, namun saya terkesima ketika Raousse datang membawa konsep tersebut. Kuartet yang terlahir dari masa pandemi ini mempunyai karakter sound yang bold, crunchy, dan nendang banget. Sederhana tapi brengsek, begitulah Raousse di mata saya. Selain Let Go, mereka juga merilis single di tahun yang sama yaitu To: You.

9. Tarrkam – Fresh Grad

Kadar tensi agresivitas musik 80’s punk rock milik Tarrkam memang terbilang sangat catchy, eksentrik, dan eksploratif. Fresh Grad menjadi bukti kelulusan dengan dosis absurd tingkat tinggi. Bebunyian tiap instrumen yang dimainkan terdengar asing namun sangat memorable jika diulang secara berkala. Band ini gak ada saingannya dah!

10. Wanderlust – Fears Grip

Bicara tentang band hardcore yang “tidak seragam”, pasti saya merekomendasikan kuartet asal Tulungagung bernama Wanderlust. Ide liar pada EP terbaru Fears Grip terbukti sangat canggih, karena mereka tidak bosan membuka portal seluas mungkin agar tidak terpaku dengan satu genre saja. Bayangkan sejenak ketika elemen heavy metal, stoner rock, dan doom berhasil dilebur menjadi album hardcore yang kompleks.

Semoga di tahun selanjutnya semakin banyak ledakan di luar batas nalar agar bisa mematahkan stigma bahwa riff-riff gempuran hardcore dari Indonesia bisa bersanding dalam skala internasional. Kudos!

Btw, selain mengulas rilisan lokal terbaik dalam ranah musik hardcore/punk, simak rangkuman saya lainnya dari ranah metal hingga pop/alternative hanya melalui situs resmi radioactive-force.com.