Gambaran Era Proto-apokaliptik Lewat Karya Suram Darksovls ‘Spektrum Kedap Cahaya’

Foto: Darksovls I Teks: Fadly Zakaria.M

Paska rentetan eksistensi lahirnya album “Omegalitikum (2022)” dan single “Frustasi Kolosal (2024)”, saat ini, Darksovls kembali memulai fase baru dengan “Spektrum Kedap Cahaya”.

Ada dua hal baru yang datang bersamaan dengan single tersebut, di mana Darksovls sekaligus perdana menjadi deretan roster sadis selanjutnya dari Brutal Mind Records dan menandai babak baru bareng Nyoman dan Dirk (Hellcrust) yang meneruskan estafet dari Coki. Kedua personil inilah mengubah identitas Darksovls menjadi lebih kelam dengan balutan nuansa sinis dan depresif.

Sorotan utama sang vokalis, Daniel, melihat pola terstruktur oleh kekuatan-kekuatan tertentu untuk membuat dunia perlahan bergeser menuju fase proto-apokaliptik. Isu konflik Israel-Palestina yang tak kunjung henti, serta adanya Board of Peace adalah semacam tampak sebagai lelucon belaka tanpa adanya tujuan perdamaian yang jelas.

Proses kreatif dari sisi musikal dilengkapi oleh tamu Imamul Khaer (Esoteric Revelation) yang mengisi element synth. Nggak cuma itu saja, Dirk, juga menyumbangkan clean vokalnya untuk memberikan nuansa baru dalam perjalanan karya Darksovls. Dengan energi dan komposisi semakin matang, kuintet death metal ini mempertajam posisinya di scene bawah tanah Indonesia.

Terlepas dari itu semua, saya juga kagum dengan ilustrasi sampul yang dikerjakan oleh Aghypura. Gambaran gedung monumental lawas yang kokoh berhasil ditembus satu sorotan cahaya, kemudian mengeluarkan kepulan asap hitam menyerupai wajah-wajah iblis. Yah, bisa dibilang inilah Dark Side of the Moon yang dibuat dalam versi suram dan kelam.