Entitas Baru The SIGIT Diawali dengan Gempuran Satir ‘Bread & Circus’

Foto: The SIGIT I Teks: Fadly Zakaria.M

Era baru The SIGIT telah dimulai dengan hadirnya “Bread & Circus” dalam format video musik dengan tampilan konsep psikedelik yang memanjakan mata.

Absen selama enam tahun tidak membuat semangat dan energi The SIGIT cepat runtuh. Malah sebaliknya, dalam kurun waktu tersebut sudah ada tiga wajah baru mengisi formasi solid menemani Rektivianto Yoewono (vokal, gitar) dan Farri Icksan Wibisana (gitar) yaitu Absar Lebeh (gitar), Aghan Sudrajat (bas), dan Raveliza (drum). Mulai dari situlah, The SIGIT mempersiapkan segalanya dengan matang. Mulai dari adaptasi yang cukup panjang untuk menyatukan visi dan misi, hingga merealisasikan proses rekaman album baru.

Jawaban mutlak segala penantian itu diwakili dengan Bread & Circus. Narasi kental tentang isu perampasan ruang dan abuse of power terkait pengelolaan sumber daya alam yang serampangan. Bisa diartikan pula untuk menjadi pengingat, bahwa pada akhirnya, alam dan seisinya yang menanggung akibatnya.

Tumpukan lirik satir yang ditulis pun mempunyai makna pedas dan terasa relate akan kondisi saat ini. Semua didukung dalam video musik dengan balutan konsep semburat warna surealis, trippy, dan ditutup oleh munculnya “badut” sebagai gambaran sosok yang perlahan kehidupannya dirampas oleh kenyataan dunia politik yang semakin suram.

Nggak dipungkiri lagi, kalo ketiga personil baru sangat terasa membawa nafas segar dalam karakteristik musik The SIGIT masa kini. Mereka tetap menyajikan dominasi guitar-driven rock yang didukung dengan instrumen elektronik sebagai gambaran sempurna dari warna musik psychedelic rock. Mereka jauh melangkah dari identitas liarnya dalam Visible Idea of Perfection, bahkan berhasil meracik ulang eksplorasi kesempurnaan era Conundrum.

Selamat menikmati Bread & Circus di seluruh gerai musik digital favorit kalian. Kudos!