Sebak, Fase Baru The People of the Sun Menuju Konseptual Lebih Kelam

Foto: The People of the Sun I Teks: Fadly Zakaria.M

Fase baru dari unit rock/alternative Surabaya, The People of the Sun (POTS), kembali menunjukkan keseriusan mereka lewat persembahan pelipur lara berjudul “Sebak“. Secara harfiah, Sebak mempunyai arti penuh, tergenang, meluber, dan banjir, yang dianalogikan ke dalam betapa sedihnya perasaan seseorang.

Berbanding terbalik dari maxi-single yang rilis tahun lalu dengan kemasan distorsi maksimal, saat ini, POTS datang membawakan konsep lebih kelam tanpa melupakan garis besar identitas mereka sendiri.

Cerita tentang satu tragedi kecelakaan kereta di bulan April lalu adalah tema lirikal pada Sebak. Songwriter, vokalis, dan gitaris yaitu Raditya dan Bimo, sang drummer sekaligus penulis lirik, coba merespon kekecewaan terhadap komentar yang terkesan nirempati atas kejadian tersebut. Penggambaran raw feelings dari sesaknya luka, penyangkalan, serta kemarahan, yang merupakan tahap awal dari 5 stages of grief.

Jujur, secara keseluruhan atmosfer yang dibangun sangat epik untuk memadukan di antara kesan gloomy dengan tambahan alunan string section yang bikin merinding. Semua sengaja dibuat perlahan naik menuju puncak emosional dalam balutan kental distorsi, nuansa mewah, dan sendu, kemudian bertemu di tengah titik pusaran konsep baru POTS. Ditambahkan penggalan lirik pada chorus mempunyai makna mendalam yaitu “Kalut menyulam. Meremuk menjalar. Masa yang suram. Perlahan tenggelam.”

Selain menikmati lewat audio stream, kalian juga bisa simak live session-nya di sini.