Kultus Perluas Dentuman Sonik Lewat EP ‘HUSH’

Foto: Kultus I Teks: Fadly Zakaria.M

Berselang kurun waktu selama 2 tahun, akhirnya Kultus melepas ‘HUSH’ sebagai rangkuman karya-karya terbaru dalam format kaset tape. Berisikan empat trek akan kebangkitan dari jurang kehancuran serta kemuakan mereka terhadap isu sosial dan politik.

Pendekatan lirik yang ditulis terasa lebih straight to the point dari album sebelumnya, di mana banyak menghilangkan tirai simbolisme agar pesan bisa tersampaikan dengan tegas tanpa basa-basi.

Sedikit membedah setiap trek mulai dari Doomnation berbicara tentang sebuah negara yang terpecah akibat perang, korupsi, hingga kemunculan nabi palsu. Doomnation menjadi senjata utama Kultus yang sudah diperkenalkan terlebih dahulu pada akhir tahun 2024 lalu. Pada nomor kedua yaitu satu-satunya trek berbahasa Indonesia yang ditulis Kultus pada EP ini berjudul Nikmati Saja Neraka. Torehan cerita tentang bentuk kegeraman atas kekerasan dan pelecehan seksual yang kerap terjadi di sekitar kita.

Selanjutnya, ada satu trek cover berjudul Desert Island dari karya rekan baik Kultus yaitu band M R T sebagai penghormatan kepada bassis mereka Randi Erzanda yang telah meninggal dunia. Kemudian ditutup dengan HUSH, sebuah pesan intim dari sosok ayah yang memiliki keputusasaan terhadap masa depan anaknya sendiri. Pada trek penutup ini, Kultus berhasil menggaet Doddy Hamson (Komunal) sebagai tamu vokal.

HUSH menjadi daya tarik kuat Kultus untuk berani memperluas senjata sonik di luar area gemuruh musik doom. Dimas Anggara (Vokal), Malik Ganis (Gitar), Audinanto (Bass & Vokal), dan Nalendra Samudro (Drum) banyak memasukkan elemen sludge metal, stoner rock, black metal, hingga sentuhan ballad. Segan!