Isyana Sarasvati Membuka Babak Keempat EKLEKTIKA dengan Progresi Berat ‘Babel’

Foto: Isyana Sarasvati I Teks: Fadly Zakaria.M

Setelah resmi menggemakan babak keempat sekaligus penutup dari EKLEKTIKO yaitu “ABADHI”, Isyana Sarasvati semakin menancapkan taringnya lewat “Babel” sebagai amunisi baru. Nggak segan lagi, ia tetap memperkenalkan sisi individunya dengan pesona progressive rock/metal yang luar biasa.

Babel bukan tentang kehancuran, melainkan titik temu sebuah harmoni yang utuh di tengah disharmoni. Penggambaran dunia yang tampak chaos berisikan banyak perbedaan suara dan bahasa, tapi di sisi lain, adanya keragaman tersebut mulai tumbuh pemahaman baru, identitas baru, dan keindahan yang sebelumnya tidak pernah terlihat jelas. Aransemen yang ditonjolkan sangat presisi tentang makna dari single tersebut. Pemilihan karakter musik dengan balutan orkestra yang megah serta dinamika di segala lini membuat Babel semakin hidup.

Melalui rilis pers, Isyana menyebutkan bahwa Babel sarat akan memahami perbedaan, menemukan makna, dan melihat keindahan di balik kekacauan. Ia juga menambahkan bahwa kehidupan tidak selalu hitam dan putih, melainkan penuh warna, suara, dan makna terdalam dari masing-masing individu.

Sedikit flashback di mana semenjak Lexicon terlahir enam tahun lalu, pesona Isyana yang nge-pop itu memang sudah terlihat lagi secara mutlak. Ia pun fokus rebranding dengan konsep musik yang berawal dari pasar komersil menuju industri yang lebih mengkerucut di ranah rock/metal.

Sebuah keputusan yang sangat berani, namun, dari situlah ia terlihat lebih lepas karena bisa kembali menjadi jati dirinya secara utuh. Kejujuran eksplorasi dalam karir bermusik yang terus ia asah bersama label musik independen miliknya yaitu REDROSE Records.