Luruh, Titik Temu Senja dalam Prosa Melepas Potret Kehampaan

Foto: Senja dalam Prosa I Teks: Fadly Zakaria.M

Butuh waktu dua tahun akhirnya Senja Dalam Prosa membuktikan untuk kembali ke titik temu lewat persembahan satu nomor sendu berjudul ‘Luruh’.

Lahir dari keheningan rasa sabar terus beruntun tersayat harapan yang berserakan di dalam relung hati paling dalam. Polesan struktur melodi terasa mengalun pelan namun sesekali ragu untuk diledakkan secara gamblang, layaknya perasaan seseorang yang tertahan begitu lama kemudian berhasil dilesatkan lewat raungan emosional.

Sebuah gambaran telak diantara amarah, senyum, dan air mata dilebur menjadi suara sumbang yang menemukan titik terang menuju ruang bersandar untuk berbagi cerita tanpa meniadakan jejak yang pernah ada. Trek berdurasi empat menit sekian detik ini diharapkan bisa menjadi teman bagi pendengar yang tumbuh dari benturan karam kehidupan.

Sesekali runtuh adalah tamparan nyata di setiap perjalanan, namun, di saat itulah semua punya peran masing-masing untuk tersadar dalam waktu yang sudah ditentukan. Pada dasarnya semua akan kembali menjadi utuh, pudar, ataupun hilang. Nikmati dan resapi.