Foto: Coldskin I Teks: Fadly Zakaria.M
Baru berusia dua tahun, COLDSKIN terus melaju dengan melengkapi diskografinya lewat album penuh berjudul ‘Fragments of Failure’ berisikan 12 trek. Di bawah naungan Disaster Records, album tersebut dilesatkan dalam kepingan vinyl 12″ serta format digital.
Proyek baru pecahan dari personil Outrage dan Limerence ini berhasil menorehkan gagasan canggih lainnya diantara cerita depresif yang gelap dilebur dengan kemelut distorsi kasar beraroma metallic hardcore super gahar. Cerminan untuk sebuah harapan menavigasi ketidakpastian dan melangkah ke depan dengan rasa percaya diri.
COLDSKIN juga mengambil filosofi dari karya seni Kintsugi, di mana menyoroti keindahan dalam ketidaksempurnaan dan menerima bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan hancur. Meskipun berdalih hanya untuk menyembunyikan luka, ketidaksempurnaan itulah justru mengawali dari sesuatu yang baru dan berharga.
Beberapa kolaborator musisi juga mengisi tiga trek pada album, seperti Fragments of Failure dibantu oleh Unbound (Petaka, Speedkill, Derai). Lalu Stephania Shakila Cornelia (Rekah) pada Disbelief, di mana trek tersebut juga menjadi penanda untuk debut album Coldskin yang dilepas secara bersamaan lewat video musik. Pada trek Coldrage, pun dieksekusi dengan cermat oleh dua personil Outrage yaitu Tri Aditya Kurniawan dan Fajar Putranto.
Mendengarkan Fragments of Failure seraya mengingatkan gemuruh sayatan pedal jahat HM2 yang bermuara dari karya epik END, Nails, dan Black Breath.