Foto: HAUL I Teks: Fadly Zakaria.M
Setelah empat belas tahun tersungkur di masa kegelapan, akhirnya tabir kehidupan kembali dibuka oleh HAUL untuk memasuki masa produktivitas dengan mempersembahkan album penuh kedua “Magna Kalahar“.
Berdetak dalam sepuluh nomor baru selama 46 menit, ini jelas bukanlah HAUL yang kita dengar circa Rima Hitam Cakrawala. Era baru mereka kali pertama sudah tercium sejak EP Adamar muncul dari lembah hitam menyengat. Hembusan nafas kelam di antara gabungan black metal, old school death metal, dan heavy metal masih nyaman bergerilya di dalam darah kental tubuh HAUL hingga sekarang.
Magna Kalahar menjadi bukti keberhasilan merangkai amukan sonik ekstrem penuh sihir. Sentuhan magis tiap trek sangat mewakili karakter kuat dengan pola lebih dinamis agar alur terdengar tidak membosankan. HAUL mempertemukan persimpangan aura esoteris scene musik Skandinavia dengan tingkat ekstremitas tanpa kompromi dari Amerika. Fondasi kokoh ini juga bentuk dari kebangkitan mereka ketika melewati terjangan badai besar dan secara perlahan coba membangun reruntuhan monumen menuju titik muara kegelapan yang abadi.
Seluruh pengerjaan kurang lebih dieksekusi selama dua tahun dari 2023-2025. Proses detail lainnya mulai dari produksi digarap oleh Alyuadi Febryansyah serta rekaman di Funhouse Recording Studio, Taman Cidamar, dan Red Studio. Kemudian adanya tamu vokal diisi Marshella Safira (Mooner). Sedangkan mixing dikerjakan oleh Alyuadi Febryansyah di EEEXPPP, serta proses mastering dipercayakan langsung kepada Jamie Elton di Ostronet Studio, Swedia. Jamie Elton adalah sosok dibalik layar sang eksekutor salah satu album kejam dari Watain, Tribulation, Century, Impure, dan banyak lainnya.
Pada departemen visual, HAUL mempercayakan Morrgth untuk menerjemahkan segala materi kelam dan kekacauan lewat goresan tangan dalam sampul album. Sementara logo dan tata letak grafis dikerjakan oleh Night-goesunraveled.
Segera konsumsi Magna Kalahar di gerai platform digital dan jangan kelewatan untuk order format cakram padatnya lewat Disaster Records.