Foto: Raousse I Teks: Fadly Zakaria.M
Ketidakpastian berujung melahirkan karya segar dari sebelumnya adalah titik balik Raousse memperkenalkan “Left Unsaid” sebagai EP mutakhir. Nggak banyak basa-basi lagi sih, auto masuk dalam radar album terbaik lokal tahun 2026 versi saya.
Kuartet penggerak band ini masih konsisten berdiri di antara post-hardcore, 90’s emo, serta terpengaruh dari sedikit repertoir pop punk era milenium. Mulai mengesampingkan intensitas bertempo cepat, mereka lebih memilih dinamika dan harmonisasi penggalan dari pengaruh besar ala Texas Is the Reason, Taking Back Sunday, hingga Koyo. Semua terasa lebih straight-forward dalam balutan riff yang lebih tebal. Definisi fondasi kuat di segala lini.
Tema lirikal masih terdengar mempunyai kesan personal dan emosional yang mendalam. Mulai dari kisah romansa yang tak berbalas, nuansa kehilangan, hingga kegagalan. Meskipun masih terdengar klise soal percintaan, namun, beberapa poin utama tersebut berhasil dirangkum lewat bentuk penerimaan.
Sangat disarankan mengonsumsi Left Unsaid lebih tepat di saat sebelum beraktivitas ataupun disaat burnout sewaktu bekerja. Ditampol sejak distorsi dan hentakan drum di trek pembuka “Parallax” seketika mendapat sinyal untuk sigap melupakan penat yang terlalu lama. Pilihan tepat Eclipse Times Records menjadi rumah baru bagi Raousse.
Eh iya, jangan kelewatan kalo Left Unsaid juga tersedia dalam format kaset tape. Grab yours!